TATA
SURYA
Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km).
Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus.
Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan “bulan” sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Teori-teori
Pembentukan Tata Surya
1. Teori Keadaan
Tetap (Bintang Kembar/Creatio Continua).
Tahun 1948, teori kedaan-tetap atau teori alam
semesta tak terhingga dicetuskan oleh Fred Hoyle, Thomas Gold dan Hermann
Bondi sebagai alternatif dari teori ledakan besar (Big Bang theory).
Teori ini tidak lebih dari perpanjangan paham materialistis abad ke 19 yang
mengabaikan adanya sang Pencipta dan model semesta yang tanpa batas. Menurut
model ini, ketika alam semesta mengembang, materi baru terus-menerus muncul
dengan sendirinya dalam jumlah tepat sehingga alam semesta berada dalam
“keadaan stabil”. Galaksi baru yang terciptakan dari materi baru ini akan
membuat jagat raya tampak sama sepanjang masa. Untuk mempertahankan kerapatan
jagat raya konstan, laju penciptaan materi cukup kecil yakni satu atom hidrogen
per sentimeter kubik setiap 1 milyar tahun. Dengan kata lain, alam semesta
menurut teori ini adalah statis/tetap, tidak permulaan atau akhir. Walaupun
mereka mengakui bahwa alam semesta berekspansi, namun mereka menyatakan bahwa alam
semesta akan tetap sama kelihatannya sampai kapanpun. Teori ini segera runtuh
dan tidak banyak penggemarnya ketika ditemukan radiasi latar belakang kosmik.[2]
2.
Teori Planetisimal
Teori planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C.
Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal
mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang
hampir menabrak matahari.
3. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh
James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang
sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah
awalnya matahari.
4. Teori
Kondensasi (Protoplanet)
Teori kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda
yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi
menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.
5. Teori
Nebula
Teori Nebula pertama kali
dikemukakan oleh seorang filsuf Jerman yang bernama Immanuel Kant yang
hidup antara tahun 1724-1804. Menurut Kant, alam semesta berasal dari Nebula,
yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi berputar sangat
lambat. Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi
materi yang emiliki berat,jenis ,tinggi yang disebut inti massa pada beberapa
tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah , sedangkan
yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan,inti-inti
massa yang lebih kecil akan berubah menjadi
planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan
bersuhu tinggi dan disebut Matahari
6.
TEORI GEOCENTRIS
Hipparchus (190-120 SM )
Perintis dan bapak astronomi. Astronom terbesar pada zaman era klasik, ahli geografi dan matematikawan yunani kuno pada zaman Helenistik
Bumi sebagai pusat edar tata surya
Bulan sebagai planet pertama-merkurius-venus-matahari-mars-jupiter-saturnus (pada langit kedua sampai ketujuh)
Semakin lambat pergerakannya, jaraknya dari bumi semakin jauh.
- Tidak ada peninggalan buku yang tertulis sebagai catatan sejarahHipparchus (190-120 SM )
Perintis dan bapak astronomi. Astronom terbesar pada zaman era klasik, ahli geografi dan matematikawan yunani kuno pada zaman Helenistik
Bumi sebagai pusat edar tata surya
Bulan sebagai planet pertama-merkurius-venus-matahari-mars-jupiter-saturnus (pada langit kedua sampai ketujuh)
Semakin lambat pergerakannya, jaraknya dari bumi semakin jauh.
- Tidak dapat dibuktikan
- Sedikit penganutnya
- Lingkaran / bulat / bola adalah bentuk geometri yang paling sempurna orbit benda dalam sistem tata surya berbentuk lingkaran.
- Semua benda bergerak mengelilingi bumi dengan kecepatan konstan.
Menggunakan sistem gerak Retrograde, yaitu setiap gerak yang berlawanan dengan kebiasaan atau umum. Retrograde planet adalah gerak yang berlawanan dengan arah putaran bumi dengan matahari.
- Sistem ptolomeus (penerus system ini) cenderung lebih sulit dan rumit. - Benda-benda langit memiliki baik gerakan timur-barat maupun rotasi pada arah yang berlawanan.
7. TEORI HELIOCENTRIS
Nicolas Copernicus (1473-1543 M)
Pada tanggal 19 Pebruari 1473 Copernicus lahir di-Torun, Polandia. Copernicus hidup pada peralihan zaman abad pertengahan dan zaman pencerahan (renaissance).
Matahari sebagai pusat edar tata surya
Merkurius sebagai planet pertama-venus-bumi-mars-jupiter-saturnus-uranus-neptunus
Perputaran harian langit akibat perputaran bumi pada sumbu putarannya dan perubahan tahunan langit akibat perputaran planet mengelilingi matahari.
- Ada 2 buah buku yang mendukung adanya teori ini revolusi benda-benda langit dan hukum gerakan planet / hukum kepler.
- Pak Bradley menemukan adanya aberasi bintang (1725 M).
- Bessel (1838) menemukan paralaks bintang pertama kali.
Bentuk lintasan orbit semua benda adalah elips.
- Menggunakan sistem epicycle, Sistem ini memudahkan perhitungan (matematis)
periode orbit dan jarak relatif planet.Nicolas Copernicus (1473-1543 M)
Pada tanggal 19 Pebruari 1473 Copernicus lahir di-Torun, Polandia. Copernicus hidup pada peralihan zaman abad pertengahan dan zaman pencerahan (renaissance).
Matahari sebagai pusat edar tata surya
Merkurius sebagai planet pertama-venus-bumi-mars-jupiter-saturnus-uranus-neptunus
Perputaran harian langit akibat perputaran bumi pada sumbu putarannya dan perubahan tahunan langit akibat perputaran planet mengelilingi matahari.
- Ada 2 buah buku yang mendukung adanya teori ini revolusi benda-benda langit dan hukum gerakan planet / hukum kepler.
- Pak Bradley menemukan adanya aberasi bintang (1725 M).
- Bessel (1838) menemukan paralaks bintang pertama kali.
Bentuk lintasan orbit semua benda adalah elips.
- Sistem ini memberikan solusi sederhana untuk gerak retrograde.
- Sistem copernicus lebih bagus dan lebih sederhana daripada sistem ptolomeus.
- Bumi dan semua planet bergerak mengitari matahari dengan arah yang sama dan laju yang berkurang semakin jauh dari matahari
- Perhitungan astronomi lebih mudah, dengan melibatkan jumlah lingkaran yang lebih sedikit. Tetapi prakiraan posisi planet-planet dan perhitungan lainnya tidak lebih tepat daripada dihitung dengan menggunakan sistem ptolemous.
Pengertian
Planet Dan Penggolongan nya
Planet
adalah benda langit yang gelap, merupakan bagian dari keluarga Matahari, planet
bergerak dengan arah yang sama, tetapi jarak dan lintasannya berbeda.
Ada tiga kelompok Planet dari delapan,yaitu :
Ada tiga kelompok Planet dari delapan,yaitu :
- Pengelompokan planet dengan lintasan asteroid sebagai pembatasnya (Plenet Dalam dan Planet Luar)
- Pengelompokan planet berdasarkan Bumi sebagai pembatasnya (Imperior dan Superior Planet)
- Pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya
Planet dalam, yang Planet Dalam
merupakan planet-planet yang lintasannya terletak di antara Bumi dan
Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih pendek
dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. meliputi : Mercurius dan
Venus
Plane luar, Planet Dalam merupakan
planet-planet yang lintasannya terletak di luar
lintasan Bumi dan Matahari meliputi : Mars; Jupiter; Saturnus, Uranus dan
Neptunus.
Planet terbagi lagi sesuai dengan
materil dan komposisinya, yaitu :
- Planet Jovian
Planet Jovian Planet adalah planet-planet raksasa yang komposisi materi penyusunnya bukan berupa batu atau material yang padat , melainkan gas. Planet yang termasuk Jovian planet adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. - Teresterial Planet
Teresterial Planet atau telluric planet adalah planet-planet yang komposisi materi penyusunnya berupa batuan silikat. Planet-planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Tentang pembagian planet adalah yang
disebut dengan imferior dan superior planet.
- Planet inferior (inferior planets),yaitu
planet-planet yang lintasannya di antara Bumi dan Matahari,terdiri atas
Merkurius dan Venus.
- Planet Superior (superior planets), yaitu planet-planet
yang lintasannya di luar Bumi,terdiri atas Jupiter,Saturnus,Uranus,dan
Neptunus.
Perlu anda ketahui planet-planet
tersebut di atas mulai terbentuk sekitar 4,6 miliyar tahun. Materi yang
terdekat ke Matahari membentuk empat planet berbatu, yaitu Mercurius, Venus,
Bumi, dan Mars. Dibagian cakram luar yang bersuhu lebih dingin terbentuk
benda-benda angkasa berbatu pejal. Benda-benda ini menarik sejumlah besar gas
kea rah mereka, inilah planet tersbut planet yang diliputi gas, yaitu :
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Terbentuknya Pluto dari materi lain
dan sekarang dengan hasil penelitian terbaru Pluto tidak termasuk planet ke
Sembilan karena ukurannya kecil bahkan ukurannya lebih besar dari asteroid.
Karakteristik Planet
Planet Merkurius
Merupakan planet terdekat dengan Matahari. Kedekatan ini mengakibatkan suhu di Merkurius sangat panas. Panas siang hari di Merkurius sangat tinggi, konon mampu melelehkan timah yang melapisi kaleng. Jarak antara Matahari dengan Merkurius kurang lebih 57 juta km. Sedangkan jarak dengan Bumi sekitar 92 juta km. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi. Merkurius mengelilingi matahari (revolusi) memerlukan waktu 88 hari, sedangkan rotasinyamemerlukan waktu 59 hari. Planet tersebut begitu lambat berputar sehingga satu hari hampir sama lamanya dengan satu tahun di Bumi.
Planet Venus
Planet
terdekat kedua dari Matahari adalah Venus. Salah satu yang khas dari planet ini
adalah adanya awan tebal yang menyelimutinya. Awan itu membuat
cahaya Matahari terpantulkan. Akibatnya, Venus menjadi planet yang paling
terang. Cahayanya akan tampak pada waktu Matahari terbit dan tenggelam. Oleh
karenanya, planet ini sering disebut sebagaiBintang Fajar atau Bintang Senja.Venus
juga merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Venus
dengan matahari sekitar 108 juta kilometer. Satu tahun di Venus sama dengan 225
hari di Bumi. Sedangkan satu hari di sana sama dengan 243 hari di Bumi. Dengan
demikian, masa revolusinya lebih cepat dibandingkan masa rotasinya.
Planet Bumi
Bumi
seperti planet yang lain, tidak memiliki cahaya. Bumi pun mempunyai satelit
seperti planet lainnya. Bulan sebagai satelit alami Bumi, mempunyai
gerakan mengelilingi Bumi dengan waktu putaran 29,5 hari. Bumi mempunyai masa rotasi
sekitar 23 jam 56 menit dan memiliki masa revolusi sekitar 365
hari 6 jam.
Planet Mars
Planet
Mars adalah planet luar yang paling dekat dengan Bumi. Pada
malam hari kadang kita melihat sebuah ”bintang” cemerlang yang bercahaya
kemerahan. Itulah Mars atau planet merah. Namanya berasal dari nama dewa perang
Romawi. Planet ini memiliki diameter kira-kira 6.800 km atau
sekitar setengah diameter Bumi. Masa rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit dan
masa revolusinya 687 hari. Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Deimos
dan Phobos, temperaturnya lebih rendah dibandingkan dengan temperatur di
Bumi.
Planet Yupiter
Yupiter
adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata Surya.
Jika kita bayangkan Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Yupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak. Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun.
Jika kita bayangkan Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Yupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak. Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun.
Planet Saturnus
Planet
keenam dalam Tata Surya mempunyai keunikan, dikelilingi dengan cincin yang
terbentuk dari potongan jutaan es. Jarak Saturnus dengan Matahari sekitar 1,4
miliar kilo meter. Masa revolusinya sekitar 30 tahun, sedangkan masa rotasinya
sekitar 10,5 jam. Planet ini mempunyai sifat seperti Yupiter, keduanya berputar
begitu cepat sehingga dianggap sebagai planet yang paling berangin. Kecepatan
anginnya lebih dari 10 kecepatan angin Hurricane di Bumi.
Planet Uranus
Ditemukan
oleh William Herschel pada tahun 1782 dengan bantuan teleskop
di kebun belakang rumahnya di Bath, Inggris. Planet ini merupakan salah satu
planet yang jauh dari Matahari. Terdiri atas gas utama yang berupa
hidrogen, metana, dan helium, serta mengandung es. Keadaan ini membuat Uranus dingin dan beku. Seperti halnya Saturnus, Uranus juga mempunyai cincin. Cincin Uranus tipis dan hingga saat ini telah ditemukan sembilan lapis cincin Uranus.
hidrogen, metana, dan helium, serta mengandung es. Keadaan ini membuat Uranus dingin dan beku. Seperti halnya Saturnus, Uranus juga mempunyai cincin. Cincin Uranus tipis dan hingga saat ini telah ditemukan sembilan lapis cincin Uranus.
Keunikan
lain juga dimiliki oleh planet ini, rotasinya yang berlawanan dengan arah
rotasi Bumi membuat salah satu sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Masa
revolusi Saturnus sekitar 84 tahun dan masa rotasinya sekitar 11 jam. Akibatnya
satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi
yang lain terus-menerus
mengalami malam selama 42 tahun.
mengalami malam selama 42 tahun.
Planet Neptunus
Kondisi
di Neptunus tidak berbeda jauh dari Uranus, terdiri atas gas. Ukuran Neptunus
juga besar, meskipun tidak sebesar Yupiter. Jika diumpamakan wadah
kosong, Neptunus mampu menampung 60 planet seukuran Bumi. Satu
tahun di Neptunus sama dengan 165 tahun di Bumi sedangkan satu hari di sana
sekitar 16 jam di Bumi. Sejak tahun 1984, para ahli telah menduga bahwa
Neptunus mempunyai cincin.
Komet dan Asteroid
Asteroid
merupakan materi batuan yang kedudukannya terletak diantara Mars dan Yupiter.
Materi dari Astroid tersebut sebagian gagal menjadi planet karena adanya gaya
gravitasi Yupiter yang sangat kuat dan berlangsung secara terus menghancurkan
sebagian materinya. Akibatnya hamparan materi itu menjadi sabuk asteroid, yang
sekarang menjadi bongkahan cincin raksasa dan serpihan batuan.
Asteroid juga merupakan benda angkasa yang ukurannya kecil jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri merupakan batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi Matahari, ukurannya sangat kecil atau istilah yang lainnya disebut sebagai bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240km. Asteroid menempati sabuk utama yang berada diantara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1 januari 1801. Di antara pecahannya batuan terbesar dinamakan Ceres yang bergaris tengah 480 mil,mengelilingi Matahari dalam waktu 4,5 tahun.
Asteroid juga merupakan benda angkasa yang ukurannya kecil jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri merupakan batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi Matahari, ukurannya sangat kecil atau istilah yang lainnya disebut sebagai bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240km. Asteroid menempati sabuk utama yang berada diantara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1 januari 1801. Di antara pecahannya batuan terbesar dinamakan Ceres yang bergaris tengah 480 mil,mengelilingi Matahari dalam waktu 4,5 tahun.
Komet merupakan kumpulan bongkahan batuan
yang diselubungi kabut gas, ketika mendekati Matahari Komet mengeluarkan gas
yang bercahaya pada bagian kepala, dan semburan cahaya pada ekornya. Diameter
komet termasuk selubung gas ±100.000 km.
Komet semakin dekat dengan Matahari, makin besar tekanan cahaya Matahari yang diterimanya dan semakin panjang ekornya.
Komet semakin dekat dengan Matahari, makin besar tekanan cahaya Matahari yang diterimanya dan semakin panjang ekornya.
Ekor komet terdiri CO,CH
dan gas labil CH2 dan H2O
Komet dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor dan komet ini adalah benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang sangat kecil yaitu debu, temperatur dengan gas yang sangat tipis, sehingga gaya gravitasinya sangatlemah.
Ada dua jenis komet yaitu :
Komet dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor dan komet ini adalah benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang sangat kecil yaitu debu, temperatur dengan gas yang sangat tipis, sehingga gaya gravitasinya sangatlemah.
Ada dua jenis komet yaitu :
- Komet
berekor
Komet berekor yaitu komet yang linasannya berbentuk elips, komet ini bila lintasnya dekat dengan Matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi di daerah dingin untuk membentuk ekor - Komet
tak berekor
Komet tak berekor, yaitu komet yang lintasannya sangat pendek sehingga tidak memiliki kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin, pada mendekati Matahari komet ini membentuk koma dan ekor.
ROTASI DAN REVOLUSI BUMI SERTA PENGARUHNYA
Pengertian Revolusi Bumi
Revolusi
Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan
akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi,
selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi.
Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.
Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.
Pengaruh Revolusi Bumi
1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.
Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
- Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
- Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
- Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
- Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
- Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara, Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
- Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
- Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
- Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
- Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
- Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.
Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
- Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
- Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
- Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
- Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.
2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi
Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
Musim panas : 21 Juni – 23 September
Musim gugur : 23 September – 22 Desember
Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret
Musim-musim dibelah bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim Dingin : 21 Juni – 23 September
4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.
5. Kalender Masehi
Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat. Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain
METEOR
Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid
ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut
disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan,
sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer.
Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat
disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.
Masih dalam semangat Global Astronomy Month - One People, One Sky , postingan bulan ini kayaknya bakal banyak yang bertemakan astronomi, hehe. Berhubung topik paling hangat saat ini adalah hujan meteor Lyrids, jadi yuk kita bahas serba-serbi tentang meteor. Sebagian orang acap kali menganggap bahwa meteor, meteorit, dan meteoroid merupakan hal yang sama. Meteoroid merupakan batuan yang terdapat pada ruang antar planet dengan ukuran yang beragam. Meteoroid yang menjadi panas dan berpijar karena menembus lapisan atmosfer bumi inilah yang disebut meteor. Sisa-sisa meteoroid yang sampai ke permukaan bumi disebut sebagai meteorit. Meteor juga dikenal sebagai bintang jatuh karena cahaya yang ditimbulkan ketika bergesekan dengan atmosfer bumi membuat sebagian orang mengira sebagai bintang. Meteor yang sangat cemerlang (dengan tingkat kecerahan minimal -3) disebut sebagai fireball atau bollide. Ketika ada sekumpulan meteor yang memasuki atmosfer bumi, kita mengenalnya sebagai fenomena hujan meteor (meteor shower / meteor outburst). Ada beberapa major meteor shower yang kita kenal selama ini, antara lain :
Quadrantids — terjadi pada 1 - 5 Januari dengan rate 40 - 100 meteor per jam
Lyrids – terjadi pada 16 - 26 April dengan rate 15 - 20 meteor per jam. Meteor ini berasal dari komet Thatcer pada konstelasi Lyra
Eta Aquarids – terjadi pada 19 April - 28 Mei dengan rate 20 - 50 meteor per jam. Meteor ini berasal dari potongan komet Halley
Delta Aquarids – terjadi pada 8 Juli - 20 September dengan rate sekitar 20 meteor per jam
Perseids — hujan meteor tahunan yang terjadi pada 17 Juli - 24 Agustus dengan rate 50 - 100 meteor per jam. Dinamakan Perseid karena meteor-meteor ini berasal dari konstelasi Perseus, tepatnya berasal dari potongan dari puing-puing komet Swift-Tuttle
Orionids – terjadi pada 10 September - 26 Oktober dengan rate sekitar 25 meteor per jam. Sesuai namanya, hujan meteor ini berasal dari konstelasi Orion, tepatnya potongan dari puing-puing komet Halley
Taurids – terjadi pada 15 September - 26 November dengan rate 12 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Taurus, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Encke
Leonids – terjadi pada 14 - 21 November dengan rate 10 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Leo, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Temple-Tuttle
Geminids – terjadi pada 7 - 17 Desember dengan rate 50 - 80 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Gemini, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing asteroid 3200 Phaeton
Ursids – terjadi pada 17 - 26 Desember dengan rate 10 - 20 meteor per jam. Diperkirakan METEOROID,METEOR,DAN METEORIT
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.
Masih dalam semangat Global Astronomy Month - One People, One Sky , postingan bulan ini kayaknya bakal banyak yang bertemakan astronomi, hehe. Berhubung topik paling hangat saat ini adalah hujan meteor Lyrids, jadi yuk kita bahas serba-serbi tentang meteor. Sebagian orang acap kali menganggap bahwa meteor, meteorit, dan meteoroid merupakan hal yang sama. Meteoroid merupakan batuan yang terdapat pada ruang antar planet dengan ukuran yang beragam. Meteoroid yang menjadi panas dan berpijar karena menembus lapisan atmosfer bumi inilah yang disebut meteor. Sisa-sisa meteoroid yang sampai ke permukaan bumi disebut sebagai meteorit. Meteor juga dikenal sebagai bintang jatuh karena cahaya yang ditimbulkan ketika bergesekan dengan atmosfer bumi membuat sebagian orang mengira sebagai bintang. Meteor yang sangat cemerlang (dengan tingkat kecerahan minimal -3) disebut sebagai fireball atau bollide. Ketika ada sekumpulan meteor yang memasuki atmosfer bumi, kita mengenalnya sebagai fenomena hujan meteor (meteor shower / meteor outburst). Ada beberapa major meteor shower yang kita kenal selama ini, antara lain :
Quadrantids — terjadi pada 1 - 5 Januari dengan rate 40 - 100 meteor per jam
Lyrids – terjadi pada 16 - 26 April dengan rate 15 - 20 meteor per jam. Meteor ini berasal dari komet Thatcer pada konstelasi Lyra
Eta Aquarids – terjadi pada 19 April - 28 Mei dengan rate 20 - 50 meteor per jam. Meteor ini berasal dari potongan komet Halley
Delta Aquarids – terjadi pada 8 Juli - 20 September dengan rate sekitar 20 meteor per jam
Perseids — hujan meteor tahunan yang terjadi pada 17 Juli - 24 Agustus dengan rate 50 - 100 meteor per jam. Dinamakan Perseid karena meteor-meteor ini berasal dari konstelasi Perseus, tepatnya berasal dari potongan dari puing-puing komet Swift-Tuttle
Orionids – terjadi pada 10 September - 26 Oktober dengan rate sekitar 25 meteor per jam. Sesuai namanya, hujan meteor ini berasal dari konstelasi Orion, tepatnya potongan dari puing-puing komet Halley
Taurids – terjadi pada 15 September - 26 November dengan rate 12 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Taurus, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Encke
Leonids – terjadi pada 14 - 21 November dengan rate 10 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Leo, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Temple-Tuttle
Geminids – terjadi pada 7 - 17 Desember dengan rate 50 - 80 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Gemini, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing asteroid 3200 Phaeton
Ursids – terjadi pada 17 - 26 Desember dengan rate 10 - 20 meteor per jam. Diperkirakan METEOROID,METEOR,DAN METEORIT
Meteoroid adalah batuan dalam ruang antar planet yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar sebesar gerbong kereta api.
Meteorit adalah sisa-sisa meteoroid yang mencapai permukaan Bumi.
ª Ada 3 macam meteorit yang dikenal,yaitu;
Meteorit logam,memiliki unsur nikel dan besi.
Meteorit batuan,memiliki unsure silkon.
Meteorit campuran,memiliki unsu logam dan silikon.berasal dari potongan puing-puing komet Tuttle
Tata surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk sembilan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan satelit-satelit alami.
MATAHARI
Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi yang menjadi pusat dari tata surya.
Jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta kilometer atau 1 SA.
Zat penyusun matahari berupa gas, dengan komposisi: hydrogen (75%), helium (20%), dan unsur lain (2%).
Suhu permukaan Matahari 6000 derajat Celsius dan bagian inti mencapai 15 juta derajat Celsius.
Matahari berotasi 25,04 hari dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi.
Massa Matahari adalah 333.000 kali massa Bumi.
Matahari dibagi menjadi 3 bagian:
Inti Matahari. Di bagian ini terjadi reaksi nuklir(pengubahan hydrogen menjadi helium dan energi). Suhunya mencapai 15 juta Kelvin.
Bola Matahari/fotosfer
Atmosfer Matahari(terdidi dari kromosfer dan korona).
Lapisan kulit Matahari dibagi menjadi 3,yaitu:
Fotosfer
Kedalamannya 500 Km
Suhu fotosfer 6.000 Kelvin dan berkurang menjadi 4.500 Kelvin pada fotosfer bagian luar.
Kromosfer
Lapisan kromosfer menjulang 12.000 Km di atas fotosfer dan memiliki tebal kira-kira 2.400 Km.
• Suhu kromosfer bagian atasnya 10.000 Kelvin.
Korona(atmosfer Matahari bagian luar)
Suhu korona bagian luar mencapai 2 juta Kelvin.
BULAN
Bulan adalah satelit
alami Bumi
satu-satunya dan merupakan bulan terbesar kelima dalam Tata Surya.
Bulan juga merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang
diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa 1⁄81 (1.23%)
dari Bumi.
1. Ciri-ciri permukaan bulan
ciri-ciri
permukaan bulan terbagi atas lima kelompok, yaitu sebagai berikut.
Lautan bulan
Lautan
di bulan adalah dataran luas yang tampak sebagai daerah gelap dipermukaan
bulan. Sesungguhnya laut itu bukanlah laut sebagaimana kita kenal dibumi.laut
tersebut tidak berisi air. Permukaannya licin dan tidak terlalu baik
memantulkan cahaya matahari. Dataran tinggi disekitarnya dapat memantulkan
cahaya matahari lebih banyak sehingga tampak lebih terang. Meskipun para
ilmuwan mengatakan bahwa pengamatan galileo ternyata salah, istilah laut bulan
di gunakan sampai sekarang. Pendaratan pertamaa di bulan dilakukan di salah
satu daerah yang luas dan datar ini, yang dinamakan laut tenang (sea of
Tranquility).
Gunung bulan
Foto
bulan yang diambil melalui teleskop telah membantu menentukan lokasi dan
ketinggian dari beberapa pegunungan di bulan. Beberapa puncak gunung tampak
menjulang dengan ketinggin 30.000 kaki diatas permukaan bulan. Beberapa gunung
di bulan di namakan menurut nama gunung yang ada di bumi. Contohnya adalah
Apenninus, Caucasus, dan Alpen
Kawah bulan
Permukaan
bulan di penuhi ribuan kawah dengan berbagai ukuran. Kawah-kawah tersebut
berdiameter antara beberapa ratus meter sampai 500 mil. Pada umumnya tinggi
dinding kawah berkisar antara 9.000 sampai 16.000 kaki di atas dasar kawah,
tetapi ada juga yang mencapai 30.000 kaki.
Sinar bulan
Sinar
bulan berupa sinar yang memancar ke segala arah dan berasal dari beberapa kawah
bulan. Sinar ini lebarnya bisa sampai lebih dari 10 mil dan panjangnya 1,500 –
2.000 mil, sinar ini tidak membentuk bayangan. Sinar dari kawah Tycho,
berlokasi di dekat kutub selatan bulan, pancarannya hingga ratusan mil.
Penyelidikan para astronom terhadap permukaan bulan menunjukan bahwa sinar
tersebut tampaknya terbentuk dari gumpalan material yang terlempar keluar dari
dalam kawah. Material tersebut memantulkan cahaya lebih baik di banding dengan
tempat sekelilingnya.
Lembah bulan
Di
beberapa daerah datar yang terbentang dipermukaan bulanterdapat lembah
berliku-liku yang tampak seperti dasar sungai yang sudah tua atau jurang.
Sebagian geolog memperkirakan bahwa ini bisa jadi merupakan retakan tua yang
berisi debu. Geolog yang lain memperkirakan bahwa jurang ini merupakan sistem
saluran tua untuk lava, gas panas, atau air dipermukaan bulan.
2. Peredaran bulan
Bulan
mengelilingi bumipada lintasannya yang berbentuk elips, sedangkan bumi terletak
di salah satu titik api elips. Jarak rata-rata dari pusat bumi ke pusat bulan
adalah 340.000 km. jarak perigee (jarak terdekat antara bumi dengan bulan)
adalah 406.497 km.
Bulan
memang mengelilingi bumi, akan tetapi lintasannya tidak berbentuk lingkaran
karena bulan turut berputar bersama bumi mengelilingi matahari. Oleh karena
itu, bulan memiliki lintasan berupa spiral. Kadang-kadang bulan ada di luar dan
kadang-kadang di dalam lintasan bumi.
Bulan
berotasi dalam satu periode yang sama lamanya dengan waktu yang digunakan
untukberedar mengelilingi bumi. Akibatnya adalah hanya satu sisi bulan yang
nampak dari bumi arah sumbu bulan tetap serta membentuk sudut 88,5o terhadap
bidang lintasannya.
Bulan berputar pada sumbunya membutuhkan waktu
kira-kira satu bulan, sama dengan waktu revolusinya mengelilingi bumi. Akibatnya,
permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama. Jadi, jika kamu perhatikan
permukaaan bulan setiap kali bulan penuh (purnama), akan terlihat bahwa pola
lpermukaan bulan selalu sama. Saat bulan mengitari bumi satu kali, bulan juga
berputar pada porosnya satu kali. Jadi, waktu retasi bulan sama dengan
revolusinya. Karena waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusinya, maka
permukaan bulan yang tampak dari bumi hampir selalu sama.Ada tiga hal yang menyebabkan
kejadian itu, yaitu librasi melintang, librasi membujur, librasi paralaks.
Akibat tiga jenis librasi tersebut kita sesungguhnya melih lebih dari separuh
bagian bulan, menurut perhitungan.
- 3/7 bagian permukaan bulan tak pernah kita lihat dari bumi
- 3/7 bagian permukaan bulan tetap menghadap bumi, jadi itulah yang tetap kita lihat
- 1/7 bagian permukaan bulan dapat dilihat katena librasi
Bulan
turut pula beredar mengelilingi matahari bersama-sama dengan bumi. Bulan
beredar searah dengan peredaran bumi, akan tetapi pergeserannya lebih cepat.
Ada kalanya bumi, bulan, dan matahari terletak pada satu garus lurus. Saat itu
dinamakan fase bulan baru (bulan mati). Bulan terus beredar dan selesai
berevolusi ketika selesai kembali ketitik awal lintasannya. Pada saat itu,
matahari kembali terletak di satu garis dengan bumi dan bulan.
Bulan beredar
mengelilingi bumi, sekaligus bersama bumi mengelilingi matahari atau bulan
berevolusi terhadap bumi dan bersama bumi berevolusi terhadap matahari. Kala
revolusi bulan terhadap bumi sama dengan kala rotasinya, akibatnya bagian bulan
yang menghadap bumi selalu tetap (sama). Jadi ada bagian bulan yang tidak
pernah terlihat dari permukaan bumi. Bidang edar bulan mengelilingi bumi
berbentuk sudut 5° dengan ekliptika. Kala revolusi bumi sama dengan 12 x kala
revolusi bulan terhadap bumi. Jadi selama bumi beredar 1 x mengelilingi
matahari, bulan beredar 12 x mengelilingi bumi. Kala revolusi bulan terhadap
bumi adalah 29,5 hari sehingga selang waktu yang diperlukan bulan untuk 12 x
mengelilingi bumi adalah 12 x 29,5 = 354 hari.3. Gerhana bulan
Apabila terjadi bulan purnama, yakni bulan di salah satu simpul (atau di dekatnya), bualn akan terletak pada satu garis lurus dengan matahari dan bumi. Bulan dalam peredarannya juga akan melalui kerucut bayangan bumi. Bayangan bumi dibedakan atas bayangan parsial (penumbra) dan bayangan inti (umbra). Pada waktu bulan terkena atau memasuki kerucut bayangan ini, permukaan akan menjadi gelap dan terjadi gerhana bulan.Ada dua macam gerhana bulan yaitu
- gerhana sebagian (parsial), terjadi saat bulan melalui tepi bayangan inti bumi
- Gerhana sempurna (gerhana total), terjadi saat bulan masuk seluruhnya mengenai bayangan inti bumi.
Gerhana bulan akan terjadi jika pada saat bulan purnama, bulan berada dalam jarak yang dekat (12o) dari simpul.
Pada gerhana bulan, bagian bulan yang tertutup adalah sebelah kiri (timur) dan berakhir pada bagian sebelah kanan (barat).
Dalam satu siklus peredaran bulan (sinodis) hanya terdapat satu kali kemungkinan terjadi gerhana bulan.
Pada gerhana bulan total, seluruh peristiwa berlangsung paling lama 220 menit, yaitu 2 x 5 menit untuk 2 kali gerhana parsial dan 100 menit untuk gerhana total.
Gerhana bulan dapat di lihat di seluruh bagian bumi yang sedang mengalami malam hari.
Bagian bulan yang tertutup tidak menerima dan memantulkan cahaya matahari.
4. Gerhana matahari
Gerhana
matahari terjadi jika bumi tertutup bayangan bulan. Karena bulan lebih kecil
dari bumi, hanya sedikit daerah dipermukaan bumi yang mengalami gerhana
matahari. Orang-orang di daerah umbra tidak dapat melihat matahari sama sekali
sehingga mengalami gerhana matahari total. Akan tetapi, orang-orang di daerah
penumbra hanya mengalami gerhana matahari sebagian.
Ada tiga macam gerhana matahari, yaitu sebagai berikut.
Ada tiga macam gerhana matahari, yaitu sebagai berikut.
Gerhana matahari total
Jarak
terpendek dari bumi kebulan (perigee) adalah 362.600 km. apabila umbra bulan
jatuh di bumi dan menimbulkan lingkaran hitam di permukaan bumi tempat-tempat
yang berada di lingkaran hitam tersebut mengalami gerhana matahari total.
Gerhana matahari parsial
Disekitar
daerah totalitas, terdapat tempat-tempat yang hanya di singgung oleh penumbra
bulan. Tempat-tempat ini mengalami gerhana matahari parsial.
Gerhana matahari cincin (gelang)
Jarak
terjauh bulan dan bumi adalah 405.400 km. dalam kedudukan ini panjang kerucut
bayangan bulan tidak cukup untuk mencapai bumi. Bayang bulan yang jatuh ke bumi
adalah perpanjangan umbra yang di sebut untumbra, daerah-daerah yang berada di
perpanjangan bayangan ini mengalami gerhana matahari cincin.
Fase Bulan
Fase
bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan
tersebut adalah fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama,kuartir ketiga,
kuartir keempat.
Bulan tampak oleh mata
karena memantulkan cahaya matahari. Buntuk bulan yang terlihat oleh bumi selalu
berubah setiap hari. Mulai dari tidak nampak, kemudian muncul bulan sabit dan
akhirnya berubah menjadi bulan purnama pada hari ke-14 atau ke-15. Bulan Purnama
mengecil kembali menjadi bulan sabit dan hilang pada hari ke-29 atau ke-30.
Fase bulan berulang setiap 29 hari (bulan sinodis/komariah). Berikut adalah
fase-fase bulan :- Fase
Bulan Baru
Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi - Kuatrir
Pertama 7 3/8 hari
Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit. - Bulan
Purnama 14 3/4 hari
Bulan, Bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah . Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh - Kuartir
Ketiga 22 1/8 hari
Bulan,Bumi dan Matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai bulan sabit. - Kuartir
ke empat 28 1/2 hari
Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender hijriayah
1.
Tahun Masehi
Tahun Masehi didasarkan pada peredaran
bumi mengelilingi matahari. Satu kali revolusi bumi memerlukan waktu 365 1/4
hari. Jadi, satu tahun Masehi sebenarnya terdiri dari 365 1/4 hari. Untuk
mempermudah perhitungan, satu tahun Masehi ditetapkan 365 hari. Sisa 1/4 hari
dijumlahkan hingga mencapai satu hari. Satu hari itu ditambahkan dalam tahun
Masehi setiap empat tahun sekali, yaitu pada bulan Februari. Dengan demikian,
setiap empat tahun sekali, satu tahun Masehi memiliki 366 hari. Satu tahun
Masehi dibagi menjadi 12 bulan.
|
No
|
Nama bulan
|
Jumlah hari
|
|
1
|
Januari
|
31
|
|
2
|
Februari
|
28 atau 29
|
|
3
|
Maret
|
31
|
|
4
|
April
|
30
|
|
5
|
Mei
|
31
|
|
6
|
Juni
|
30
|
|
7
|
Juli
|
31
|
|
8
|
Agustus
|
31
|
|
9
|
September
|
30
|
|
10
|
Oktober
|
31
|
|
11
|
November
|
30
|
|
12
|
Desember
|
31
|
|
Jumlah
|
365 atau 366
|
|
Dalam tahun Masehi, orang mengenal
istilah tahun biasa dan tahun kabisat. Tahun biasa berjumlah 365 hari,
sedangkan tahun kabisat jumlah harinya 366 dan bulan Februari memiliki 29 hari.
Ada
dua syarat mengetahui tahun kabisat.
1. Untuk angka tahun biasa, tahun
kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4. Contohnya, tahun 2000, 2004,
dan 2008.
2. Untuk angka tahun abad, tahun
kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 400. Contohnya, tahun 1200,
1600, dan 2000.
2. Tahun Hijriyah
Tahun Hijriah didasarkan pada peredaran
bulan mengelilingi bumi. Satu kali revolusi bulan memerlukan 29 1/2 hari. Tahun
Hijriah terdiri atas 12 bulan. Jadi, dalam satu tahun Hijriah sama dengan 29
1/2 × 12 = 354 hari. Untuk mempermudah dalam perhitungan hari, orang mengubah
jumlah hari dalam satu bulan menjadi 29 atau 30 hari. Jumlah hari dalam satu
bulan dilakukan secara bergantian.
|
No
|
Nama bulan
|
Jumlah hari
|
|
1
|
Muharam
|
30
|
|
2
|
Safar
|
29
|
|
3
|
Rabiul awal
|
30
|
|
4
|
Rabiul akhir
|
29
|
|
5
|
Jumadil awal
|
30
|
|
6
|
Jumadil akhir
|
29
|
|
7
|
Rajab
|
30
|
|
8
|
Syaban
|
29
|
|
9
|
Ramadhan
|
30
|
|
10
|
Syawal
|
29
|
|
11
|
Zulkaidah
|
30
|
|
12
|
Zulhijah
|
29 atau 30
|
|
Jumlah
|
354 atau 355
|
|
Dalam tahun Hijriah, orang mengenal
tahun biasa dan tahun kabisat. Tahun biasa mempunyai hari berjumlah 354,
sedangkan tahun kabisat bejumlah 355 hari. Satu hari tersebut ditambahkan pada
bulan Zulhijah. Pada kalender Hijriah ditentukan 11 tahun kabisat dalam periode
30 tahun. Untuk mengetahui suatu tahun tergolong tahun biasa atau tahun kabisat
pada kalender Hijriah, yaitu membaginya dengan 30. Setelah dibagi 30 yang
menjadi perhatian adalah angka yang merupakan sisa pembagian.
Apakah tahun 1428 H termasuk tahun
biasa atau tahun kabisat? Caranya jika 1428 di bagi 30 hasilnya 47, sisa 18.
Pada Tabel angka 18 menunjukkan tahun kabisat. Jadi, tahun 1428 H termasuk
tahun kabisat dengan jumlah hari 355.
|
Tahun Ke
|
Tahun Ke
|
Tahun Ke
|
|
1
|
11
|
(21)
|
|
(2)
|
12
|
22
|
|
3
|
(13)
|
23
|
|
4
|
14
|
(24)
|
|
(5)
|
15
|
25
|
|
6
|
(16)
|
(26)
|
|
(7)
|
17
|
27
|
|
8
|
(18)
|
(28)
|
|
9
|
19
|
29
|
|
(10)
|
20
|
30
|
- Angka yang dikurung menunjukkan tahun kabisat.
- Angka yang tidak dikurung menunjukkan tahun biasa.
- Setelah tahun ke-30, perhitungan diulang kembali. Jadi, tahun ke-31 sama dengan tahun-1, tahun ke-32 sama dengan tahun-2, dan seterusnya.
Pengertian
Gerhana
Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi. Contohnya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.
Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi. Contohnya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.
Gerhana Matahari terjadi saat posisi bulan
terletak di antara Bumi & Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh
cahaya Matahari. Meskipun Bulan berukuran lebih kecil, bayangan Bulan mampu
melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata
jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang
mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
- Gerhana total terjadi jika saat puncak gerhana, bulatan Matahari ditutup seutuhnya oleh bulatan Bulan. Ketika itu, bulatan Bulan sama besar atau bahkan lebih besar dari bulatan Matahari. Ukuran bulatan Matahari & bulatan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan & Bumi-Matahari.
Gerhana sebagian terjadi jika bulatan Bulan
(saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian
- dari bulatan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari bulatan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
- Gerhana cincin terjadi jika bulatan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menghalangi sebagian dari bulatan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi saat ukuran bulatan Bulan lebih kecil dari bulatan Matahari. Sehingga ketika bulatan Bulan berada di depan bulatan Matahari, tidak seluruh bulatan Matahari akan tertutup oleh bulatan Bulan. Bagian bulatan Matahari yang tidak tertutup oleh bulatan Bulan, berada di sekeliling bulatan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
- Gerhana hibrida bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.
Gambar Gerhana
Matahari
Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian/keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi jika bumi berada di antara matahari & bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan sebab terhalangi oleh bumi.
Jenis Gerhana Bulan
- Gerhana bulan total - Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
- Gerhana bulan sebagian - Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
- Gerhana bulan penumbra - Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Sistem
Ekonomi Indonesia
Gambar Gerhana Bulan
Gambar Gerhana Bulan
GLOBAL WARMING
Pengertian Pemanasan
global atau Global warming) – Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur
rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.
Temperatur
rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.18 °C selama seratus
tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan
bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak
pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah
kaca.
Meningkatnya
temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain
seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang
ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan
global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan
punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di
dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada
pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Beberapa
Penyebab Pemanasan global atau Global warming
1. Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
1. Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
Namun
sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah
gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi
perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali
radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan
tersimpan di permukaan Bumi.
Hal
tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi
terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca.
Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak
panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat
dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet
ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan
Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer,
pemanasan global menjadi akibatnya.

Pemanasan
Global / Global Warming
2.Efek
umpan balik
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
Efek
rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2
sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di
udara,kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena
udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara
perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek-efek
umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila
dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke
permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat
dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra
merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan.
Apakah
efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa
detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail
ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat
kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam
model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan
Pandangan IPCC ke Empat
Umpan
balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo)
oleh es.Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub
mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es
tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air
memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan
es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan
menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi
suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan
balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku
(permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan.
Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan
balik positif.
Kemampuan
lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini
diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga
membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap
karbon yang rendah.
3.Variasi
Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.
Pendinginan
stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak
akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat
ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut
tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi
Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan
efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan
sejak tahun 1950.
Dampak
Pemanasan global atau Global warming
1. Cuaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
1. Cuaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah
hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari
lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan
meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan
karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan
meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak
juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya
matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses
pemanasan (lihat siklus air).
Kelembaban
yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen
untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah
meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan
menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.
Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan
bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai
(hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih
besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat
dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih
ekstrim.
2.
Tingginya muka laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.
Tinggi
muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama
abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm
(4 – 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat
mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan
menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan
banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat.
Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan
meningkat di daratan.
Negara-negara
kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah
pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan
evakuasi dari daerah pantai.Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan
sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan
menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru
juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun.
Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
3.
Pertanian
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.
Daerah
pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat
menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai
reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman
pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih
hebat.
4.
Hewan dan tumbuhan
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.
Akan
tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies
yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau
lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu
secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
5.
Kesehatan manusia
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.
Saat
ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit
oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60
persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat
menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis.
Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit
pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold
dan serbuk sari.
Solusi
Pengendalian pemanasan global
Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia selalu meningkat. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia selalu meningkat. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
Kerusakan
yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi
dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya,
pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih
tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan
dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah
yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara
perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang
lebih dingin.
Ada
dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca.
1.Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
1.Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas
karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan
menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong
agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi
juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam
sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah
satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang
terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke
aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah
satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Pada
saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh
minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai
biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan
bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah
karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida
lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan
batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir
lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun
kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan
tidak melepas karbondioksida sama sekali.
2.Persetujuan
internasional
Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.
Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.
Perjanjian
ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri
yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk
memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990.
Pengurangan
ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat
mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan
pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang
menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6
persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak
diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.
Akan
tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W.
Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbondioksida tersebut
menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa
negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan
karbondioksida ini.
Kyoto
Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung
jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak
meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden
Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk
berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005.
Banyak
orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini
dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan
nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari
perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035.
Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap
perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak,
industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung
pada bahan bakar fosil.
Para
penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan
Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh
biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang
diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta
dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan,
kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien. Pada suatu negara dengan
kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun
berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi
karbondioksida terbukti sulit dilakukan.
Sebagai
contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah
berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya
dalam mengurangi produksi karbondioksida.Setelah tahun 1997, para perwakilan
dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan
isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang
wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca.
Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program
pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi
yang tidak digunakan ke negara lain.
Sistem
ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan
lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang
dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang
memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi
Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi.
Karena
kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat
1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara
industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.
Mapel : Bumi dan Antariksa
Tasya Maulidiyyah
IX.4
SMPN 49 BANDUNG
Terimakasih banyak Untuk sumber-sumber nya, tanpa sumber-sumber saya ga bisakerjakan ini. Terimakasih Banyak ^^ .
Mohon maaf bila ada kekurangan. Jangan lupa Komentar nya ya :D














Tidak ada komentar:
Posting Komentar